- Parto 51 tahun (nama disamarkan), pemilik rumah tersebut sekaligus tetangga korban dan salah satu investor usaha korban. Ia mengatakan bahwa ia baru pulang dari Malaysia kemaren sore.
- Andre 22 tahun (nama disamarkan), teman korban di tempat kuliahnya sekaligus salah satu investor usaha korban. Ia mengatakan bahwa pada saat kejadian ia sedang makan di HOKBEN (Hoka-hoka Bento) dengan pacarnya.
- Azis 42 tahun (nama disamarkan), teman korban yang menjadi penyuplai dan me-maintenance peralatan/perlengkapan di tempat usaha korban. Ia mengatakan bahwa ia sedang istirahat di Hotel di daerah jakarta Pusat saat sekitar jam kejadian.
- Nunung 45 tahun (nama disamarkan), merupakan saudara kandung korban. Ia mengatakan bahwa seperti biasanya ia sedang menjemput anaknya pulang dari sekolah sekitar jam kejadian tersebut.
- Sule 32 tahun (nama disamarkan), salah satu pekerja di tempat usaha korban. Ia mengatakan selama 2 hari kemaren ia menjaga/berada di warnet.
Dari hasil interogasi dan keterangan di atas, dapat dipastikan..
Pelakunya adalah ...!!!
Pelakunya adalah ...!!
Pelakunya adalah ...
Proses pembunuhnya pun sangat mudah dideduksikan sebagai berikut : pertama-tama pelaku menjerat leher korban (strangulation) dengan tali dari arah belakang sehingga menimbulkan 1 bekas jeratan di leher korban. Dengan demikian organ tubuh korban mengalami kekurangan oksigen (hipoksia hipoksik) dan terjadi kematian, Hal tersebut dikenal dengan asfiksia mekanik. Karena hari libur tahun baru, maka siang hari (bisa dihitung dari jam kematian dan ditemukannya mayat korban) pada umumnya lingkungan perumahan sepi, kemungkinan karena pada malam harinya, banyak yang mengadakan selebrasi malam pergantian tahun baru. Kondisi lingkungan tersebut mungkin dimanfaatkan pelaku untuk membunuh korban dan memindahkan mayat korbanke lokasi pesta (tempat ditemukannya mayat tersebut). Untuk memindahkan mayat korban dari luar pekarangan ke dalam perkarangan yang dibatasi pagar 1,8 meter, pelaku menggunakan tali yang diikatkan di leher korban dengan ikatan longgar dengan panjang tali kurang lebih 3 meter. Hal tersebut yang menimbulkan bekas jeratan yang kedua di leher korban mengarah ke atas (menggantung). Kemudian ujung tali dilewatkan melingkar tiang lampu penerangan, mungkin dengan cara mengikatkan pada batang atau kayu kecil kemudian dilempar melewati/melingkari tiang lampu, sehingga memudahkan pelaku menarik tubuh korban seperti menggunakan katrol dan mayat korban terangkat ke atas melewati pagar serta jatuh di sisi dalam pagar (perkarangan/taman rumah). Karena tali longgar, sehingga ketika mayat telah jatuh di tanah perkarangan, tali mudah terlepas dari leher korban dan ditarik kembali oleh pelaku yang masih berada di sisi luar pagar. Pelaku pulang membawa talinya dan mengamankannya. Kemudian keesokan harinya, ia hadir di dalam pesta kebun/perkarangan di TKP agar terlihat tidak mencurigakan bahwa dialah pelakunya.. Namun sayang, rencananya gagal karena.. hehaheha...
There's always, only one truth!!!








