Tuesday, May 22, 2012

Studi kasus Artikel : KISAH NYATA MENGHARUKAN

Okeh Juragan2, studi kasus lagi ya. hehe.. Mungkin lebih ringan dari Artikel yang saya posting sebelum-sebelumnya.  Berikut adalah artikel yang banyak beredar di Dunia maya kecamatan facebook kelurahan sekitarnya.. kayaknye gak sengaja neh artikel nyangkut di Newsfeed status saya (22 mei 2012). Kalo dicermati ada beberapa kejanggalan, saya merasa ada SEBAGIAN KONTEN  "sepertinya dipelintir" oleh media, khawatir ada motif yang nyelip, terselip (tersembunyi) maksute begitu.. Artikel ini memberi efek psikologis sosial yang sangat luar biasa menurut saya. Artikel ini, saat saya liat terakhir, di-LIKE sebanyak 1,904 jempol, di-share sebanyak 1.867 lembar, di-komen sebanyak 93 biji eh orang maksute (termasuk saya, orang yang ke-93), padahal baru diposting tanggal 2 may 2012.. kalo ga percaya langsung ke TKP az Gan (kalo belum dihapus) :
http://tkp.marsandrejatilaksono.com/sycoo

Nah, untuk prognosisnya dari saya ada bawah ya.. Saya cuman bisa nyampein untuk tingkatkan keWASPADAAn (seperti biasa). Untuk rekan2 silahkan kalo ada yang mau ngasih saran, kritik dan masukannya, saya akan terima dengan senyum, senang hati, lapang hati, dan bahagia tiada tara kalo ada yg mau donasi/sumbangan/sodaqoh bisa juga ditransfer via kotak amal terdekat.. Artikelnya bisa dicicipin, kebetulan baru ditiriskan, tolong diresapi ya supaya kena TASTE-nya begitu :



---------------=][ KISAH NYATA MENGHARUKAN #Wajib Membacanya# ][=------------------

♥ Bismillahirrahmaanirrahiim ♥

Ayah Menggendong Mayat Anaknya Dari RSCM Ke Bogor Karena Tak Mampu Bayar Ambulan !!
...
Terjadi Di Jakarta !!!, Ayah Menggendong Mayat Anaknya Dari RSCM Ke Bogor Karena Tak Mampu Bayar Ambulan !!
Penumpang kereta rel listrik (krl) jurusan Jakarta – Bogor pun geger Minggu (5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn) tengah menggendong mayat anak, khaerunisa (3 thn). Supriono akan memakamkan si kecil di kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa krl. Tapi di stasiun tebet, supriono dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi.

Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa khaerunisa sudah empat hari terserang muntaber. Dia sudah membawa khaerunisa untuk berobat ke puskesmas kecamatan setiabudi. Saya hanya sekali bawa khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas, meski biaya hanya rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya rp 10.000,- per hari. Ujar bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel ka di cikini itu. Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan sendirinya. Selama sakit khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan kakaknya, muriski saleh (6 thn), untuk memulung kardus di manggarai hingga salemba, meski hanya terbaring digerobak ayahnya.

Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya khaerunisa menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (5/6) pukul 07.00. Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan terbaring di dalam gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau. Tak ada siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. Supriono dan muriski termangu. Uang di saku tinggal rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan layak, apalagi sampai harus menyewa ambulans. Khaerunisa masih terbaring di gerobak. Supriono mengajak musriki berjalan menyorong gerobak berisikan mayat itu dari manggarai hingga ke stasiun tebet, supriono berniat menguburkan anaknya di kampong pemulung di kramat, bogor. Ia berharap di sana mendapatkan bantuan dari sesama pemulung.

Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba di stasiun tebet. Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang kemudian dipakai membungkus jenazah si kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan terbuka, biar orang tak tahu kalau khaerunisa sudah menghadap sang khalik. Dengan menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, Supriono menggendong Khaerunisa menuju stasiun. Ketika krl jurusan bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang menghampiri supriono dan menanyakan anaknya. Lalu dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke Bogor spontan penumpang krl yang mendengar penjelasan supriono langsung berkerumun dan supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet. Polisi menyuruh agar supriono membawa anaknya ke RSCM dengan menumpang ambulans hitam.

Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera dimakamkan. Tapi dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan surat permintaan pulang dari RSCM. Sambil memandangi mayat khaerunisa yang terbujur kaku. Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau adiknya telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh adiknya. Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut, lagi-lagi karena tidak punya uang untuk menyewa ambulans, Supriono harus berjalan kaki menggendong mayat Khaerunisa dengan kain sarung sambil menggandeng tangan Muriski. Beberapa warga yang iba memberikan uang sekadarnya untuk ongkos perjalanan ke Bogor.

Para pedagang di RSCM juga memberikan air minum kemasan untuk bekal Supriono dan Muriski di perjalanan.

Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini dan mengaku benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat tragis tersebut karena masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak lagi perduli terhadap sesama. Peristiwa itu adalah dosa masyarakat yang seharusnya kita bertanggung jawab untuk mengurus jenazah khaerunisa. Jangan bilang keluarga supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan tempat tinggal dan alamat tetap. Ini merupakan tamparan untuk bangsa Indonesia, ujarnya.

Klik Bagikan agar semua orang tau betapa besarnya cinta seorang "AYAH".
____________________________________________________________
Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat.
SilaHkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun.
semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Aamiin Ya rabbal 'alamiin.....

 ===========================================================
==> Balik lagi ke ane, Gan...
Nah, begitulah isi artikelnya.. Gmana? udah ada yg nangis belum? Klo ada yg nangis,di-elap dulu khawatir netes ke Gedjet atau keybod tmn2, nanti bs rusak lgi..
(,") : ~ (*Ah, gmana mau nangis?! org dah kasih tau ceritanya dipelintir di awal artikel/atas, jadi bacanya kurang seru deh!!!)..

Hehe, maaf2 emang sengaja sy kasih prakata dulu di atas, supaya lebih meningkatkan daya tarik utk tmn2 mau mampir di artikel ini, klo sy share lsg ceritanya jadinya kayak cerita inspirasi biasa doank.. hehe.. iya gak?!
(,") : ~ (*Ah, ga juga...)

iye, iye juga sich.. Tapi klo sy boleh kasih contoh analoginya neh ya, ibaratnya...
(,") : ~ (*Op,, op,, contoh mulu, bs panjang dah ni urusan, ntar az dah contohya mau baca prognosisnya dulu yak...)

Oo, ya udah.. ya udah.. silahkan baca prognosisnya..
(,") : ~ (*ngomong2 disebelah mana yak, prognosisnya ?!?)

Di, bawah... masa di belakang??!! pake nanya lagi!! .. (T..T)"


Sebelumnya, mari kita do'akan dulu almarhumah (Khaerunisa/anak yg meninggal tsb) :
INNA LILLAHI wa inna ilaihi raji'un..
Allohummaghfirlaha warhamha wa a'fihi wa fu'anha..

Beberapa prognosis yang mungkin bisa saya jabarkan dibawah, namun hal penting adalah sebuah ujung deduksi yang akhirnya mengantarkan saya menemukan Artikel yang diyakini Artikel asli yang bisa dipertanggungjawabkan secara Redaksional, yaitu Tabloid Nasional Ternama (Tabloid Nova) baik dokumentasi dan beberapa redaksi kata/tulisan jika dibandingkan sudah jelas perbedaannya walaupun ada juga kesamaannya, dengan kata lain telah dimodifikasi/direkayasa sebagian.. Nah ini mungkin TKP, yang diyakini sebagai artikel asli (Tabloid Nova) :

http://tkp.marsandrejatilaksono.com/jcbzd

Prognosis pertama:
mungkin ga urut ya karena pada awalnya saya bacanya scanning, keanehan yang bener-bener terlihat yaitu dari dokumentasinya gambarnya..
Jika diperhatikan : jenazah umur 3 tahun, apa sesuai dengan yang ada digambar? Deduksi, Jika diperhatikan jenazah dengan yang bawa, memiliki perbandingan tinggi badan yang hampir sama (kisaran 163-167cm), yaitu tinggi orang dewasa..
orang yang membawa jenazah, benarkah itu orang RSCM??? Biasanya kan RSCM seragamnya warna Jingga/oranye, kemudian kenapa ada logo di dada kirinya "PKPU".. ???
Suasana sekitar TKP di gambar tersebut, apakah menunjukan suasana Jakarta pada kisaran pukul 16:00, sudah lumayan gelap??? *bisa jadi mendung..
Bisa jadi, namun, seandainya mendung, pasti sang penulis akan menuliskanya/mencatumkannya, karena suasana seperti itu pasti menjadi suatu daya dramatisasi yang bisa mengikat emosi pembaca, sehingga tulisannya lebih menarik..

Prognosis kedua:
Pada paragraf ketiga kalimat :
"...pada minggu (5/6) pukul 07.00...... Tak ada siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. Supriono dan muriski termangu."
Namun, pada paragraf ke-lima kalimat :
"Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau adiknya telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh adiknya.Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut,"
==Deduksi, pada pagi hari Muriski mengerti bahwa adiknya telah meninggal, kenapa menjelang sore dia jadi tidak tahu adiknya sudah meninggal.. Apakah muriski mempunyai penyakit hilang ingatan/pikun/amnesia/sejenisnya.. ???

Prognosis ketiga:
pada paragraf keempat kalimat : "Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan terbuka, biar orang tak tahu kalau khaerunisa sudah menghadap sang khalik."
Namun, pada kalimat selanjutnya : "Ketika krl jurusan bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang menghampiri supriono dan menanyakan anaknya. Lalu dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke Bogor spontan penumpang krl yang mendengar penjelasan supriono langsung berkerumun dan supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet."
==Deduksi, awalnya ingin menyembunyikan klo anaknya telah meninggal. Dengan kata lain, dia sudah tau resiko jika banyak orang yang mengetahui, supriono mengetahui konsekensinya.. namun, knapa berubah tiba-tiba.. ???

Jika dibandingkan dengan pemberitaan dari liputan Tabloid Nova, silahkan dicek di TKP :
http://tkp.marsandrejatilaksono.com/jcbzd

Ada beberapa hal yang berbeda, kontennya ada yg direduksi, penyampaiannya, niat yang ingin disampaikan, dll. Silahkan dibandingkan, serta diambil hikmahnya. Semoga kita diberi kemampuan utk mengambil Hikmah oleh Yang Maha Pemberi Hikmah...

Nah, itu yang mungkin bisa sy share.. Benar tidaknya artikel di atas saya serahkan ke personal masing-masing untuk menilainya, dan jika ingin berpendapat silahkan.. Namun, untuk kebenaran mutlak saya serahkan sepenuhnya kepada Allah Yang Maha Benar..
Terakhir saya sampaikan, semoga kita semua selalu memiliki filter-filter yang baik dalam menyikapi sebuah pemberitaan, baik pemberitaan buruk maupun pemberitaan baik. Mari bersama-sama meminta perlindungan kepada Allah Yang Maha Mengetahui Segalanya..

Pertanyaan selanjutnya adalah jika SEANDAINYA/kalau2/amit2 benar artikel telah terekayasa, apa yg menjadi motifnya???
Kemungkinan memberi cita rasa benci yg mendalam terhadap pemerintah / aparatur pemerintah / RS / perangkat sosial / masyarakat umum... dengan kata lain provokasi.... ???
Atau kmungkinan lainnya...
Silahkan menilai dan berpendapat...

Wallahu 'alam bishawab..







0 komentar :

Post a Comment

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. an-Nahl: 18).

“Dan tiap-tiap orang memperoleh derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” (Q.S Al-An’ aam : 132).

diriwayatkan dari Asma binti Abu Bakar ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, "jangan kau tahan uangmu (untuk bersedekah sebab bila kau lakukan itu), Allah akan menahan Anugerah-Nya darimu". (H.R Al Bukhari)

“Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata yang lembut” ― Umar bin Khattab

Tahan menderita kepahitan hidup sehingga penderitaan menjadi kekayaan adalah bahagia. (Hamka Ali bin Abi Thalib)

"A SMART PERSON LEARNS FROM MISTAKES, A WISE PERSON LEARNS FROM THE MISTAKES OF OTHERS"

"A GOOD PLAN FOR TODAY IS BETTER THAN A PERFECT PLAN FOR TOMORROW"

“Beri aku sesuatu yang sulit, dan aku akan belajar.” ~Andrea Hirata~

Orang yang mulia adalah orang yang sibuk mencari kekurangan diri sendiri dan memperbaikinya.(Abdullah Gymnastiar)

Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil(Mario Teguh)

Innovation distinguishes between a leader and a follower. (Steve Jobs)

You've always been a very special only one (Jatilaksono)