REFRESH

Subhanallah, It's Beatiful Sky!!! I taken from Airplane. more than 35.000 feet. Oh, Bismillah...

FLAT to Classic 2011

Sense of photography, I Love Photograph

In my job carierr

The Red Tilapia's demand was increasing rapidly

I Love Hiking

I Love Hiking ::Semboyan ::Sak Duwur Duwure Gunung, Isih Duwur Dengkul.. Sak Duwur Duwure Dengkul, Isih Duwur Gundul.. Sak Duwur Duwure Gundul, Isih Duwur Sang Maha Luhur..

Bersama Mario Teguh dan Eksekutif Muda

Foto bersama Sahabat Super Bapak Mario Teguh dan Eksekutif-eksekutif Muda lainnya di Special Progamme MTGW

Showing posts with label Case Collections. Show all posts
Showing posts with label Case Collections. Show all posts

Tuesday, May 22, 2012

Studi kasus Artikel : KISAH NYATA MENGHARUKAN

Okeh Juragan2, studi kasus lagi ya. hehe.. Mungkin lebih ringan dari Artikel yang saya posting sebelum-sebelumnya.  Berikut adalah artikel yang banyak beredar di Dunia maya kecamatan facebook kelurahan sekitarnya.. kayaknye gak sengaja neh artikel nyangkut di Newsfeed status saya (22 mei 2012). Kalo dicermati ada beberapa kejanggalan, saya merasa ada SEBAGIAN KONTEN  "sepertinya dipelintir" oleh media, khawatir ada motif yang nyelip, terselip (tersembunyi) maksute begitu.. Artikel ini memberi efek psikologis sosial yang sangat luar biasa menurut saya. Artikel ini, saat saya liat terakhir, di-LIKE sebanyak 1,904 jempol, di-share sebanyak 1.867 lembar, di-komen sebanyak 93 biji eh orang maksute (termasuk saya, orang yang ke-93), padahal baru diposting tanggal 2 may 2012.. kalo ga percaya langsung ke TKP az Gan (kalo belum dihapus) :
http://tkp.marsandrejatilaksono.com/sycoo

Nah, untuk prognosisnya dari saya ada bawah ya.. Saya cuman bisa nyampein untuk tingkatkan keWASPADAAn (seperti biasa). Untuk rekan2 silahkan kalo ada yang mau ngasih saran, kritik dan masukannya, saya akan terima dengan senyum, senang hati, lapang hati, dan bahagia tiada tara kalo ada yg mau donasi/sumbangan/sodaqoh bisa juga ditransfer via kotak amal terdekat.. Artikelnya bisa dicicipin, kebetulan baru ditiriskan, tolong diresapi ya supaya kena TASTE-nya begitu :



---------------=][ KISAH NYATA MENGHARUKAN #Wajib Membacanya# ][=------------------

♥ Bismillahirrahmaanirrahiim ♥

Ayah Menggendong Mayat Anaknya Dari RSCM Ke Bogor Karena Tak Mampu Bayar Ambulan !!
...
Terjadi Di Jakarta !!!, Ayah Menggendong Mayat Anaknya Dari RSCM Ke Bogor Karena Tak Mampu Bayar Ambulan !!
Penumpang kereta rel listrik (krl) jurusan Jakarta – Bogor pun geger Minggu (5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn) tengah menggendong mayat anak, khaerunisa (3 thn). Supriono akan memakamkan si kecil di kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa krl. Tapi di stasiun tebet, supriono dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi.

Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa khaerunisa sudah empat hari terserang muntaber. Dia sudah membawa khaerunisa untuk berobat ke puskesmas kecamatan setiabudi. Saya hanya sekali bawa khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas, meski biaya hanya rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya rp 10.000,- per hari. Ujar bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel ka di cikini itu. Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan sendirinya. Selama sakit khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan kakaknya, muriski saleh (6 thn), untuk memulung kardus di manggarai hingga salemba, meski hanya terbaring digerobak ayahnya.

Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya khaerunisa menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (5/6) pukul 07.00. Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan terbaring di dalam gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau. Tak ada siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. Supriono dan muriski termangu. Uang di saku tinggal rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan layak, apalagi sampai harus menyewa ambulans. Khaerunisa masih terbaring di gerobak. Supriono mengajak musriki berjalan menyorong gerobak berisikan mayat itu dari manggarai hingga ke stasiun tebet, supriono berniat menguburkan anaknya di kampong pemulung di kramat, bogor. Ia berharap di sana mendapatkan bantuan dari sesama pemulung.

Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba di stasiun tebet. Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang kemudian dipakai membungkus jenazah si kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan terbuka, biar orang tak tahu kalau khaerunisa sudah menghadap sang khalik. Dengan menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, Supriono menggendong Khaerunisa menuju stasiun. Ketika krl jurusan bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang menghampiri supriono dan menanyakan anaknya. Lalu dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke Bogor spontan penumpang krl yang mendengar penjelasan supriono langsung berkerumun dan supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet. Polisi menyuruh agar supriono membawa anaknya ke RSCM dengan menumpang ambulans hitam.

Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera dimakamkan. Tapi dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan surat permintaan pulang dari RSCM. Sambil memandangi mayat khaerunisa yang terbujur kaku. Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau adiknya telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh adiknya. Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut, lagi-lagi karena tidak punya uang untuk menyewa ambulans, Supriono harus berjalan kaki menggendong mayat Khaerunisa dengan kain sarung sambil menggandeng tangan Muriski. Beberapa warga yang iba memberikan uang sekadarnya untuk ongkos perjalanan ke Bogor.

Para pedagang di RSCM juga memberikan air minum kemasan untuk bekal Supriono dan Muriski di perjalanan.

Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini dan mengaku benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat tragis tersebut karena masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak lagi perduli terhadap sesama. Peristiwa itu adalah dosa masyarakat yang seharusnya kita bertanggung jawab untuk mengurus jenazah khaerunisa. Jangan bilang keluarga supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan tempat tinggal dan alamat tetap. Ini merupakan tamparan untuk bangsa Indonesia, ujarnya.

Klik Bagikan agar semua orang tau betapa besarnya cinta seorang "AYAH".
____________________________________________________________
Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat.
SilaHkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun.
semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Aamiin Ya rabbal 'alamiin.....

 ===========================================================
==> Balik lagi ke ane, Gan...
Nah, begitulah isi artikelnya.. Gmana? udah ada yg nangis belum? Klo ada yg nangis,di-elap dulu khawatir netes ke Gedjet atau keybod tmn2, nanti bs rusak lgi..
(,") : ~ (*Ah, gmana mau nangis?! org dah kasih tau ceritanya dipelintir di awal artikel/atas, jadi bacanya kurang seru deh!!!)..

Hehe, maaf2 emang sengaja sy kasih prakata dulu di atas, supaya lebih meningkatkan daya tarik utk tmn2 mau mampir di artikel ini, klo sy share lsg ceritanya jadinya kayak cerita inspirasi biasa doank.. hehe.. iya gak?!
(,") : ~ (*Ah, ga juga...)

iye, iye juga sich.. Tapi klo sy boleh kasih contoh analoginya neh ya, ibaratnya...
(,") : ~ (*Op,, op,, contoh mulu, bs panjang dah ni urusan, ntar az dah contohya mau baca prognosisnya dulu yak...)

Oo, ya udah.. ya udah.. silahkan baca prognosisnya..
(,") : ~ (*ngomong2 disebelah mana yak, prognosisnya ?!?)

Di, bawah... masa di belakang??!! pake nanya lagi!! .. (T..T)"


Sebelumnya, mari kita do'akan dulu almarhumah (Khaerunisa/anak yg meninggal tsb) :
INNA LILLAHI wa inna ilaihi raji'un..
Allohummaghfirlaha warhamha wa a'fihi wa fu'anha..

Beberapa prognosis yang mungkin bisa saya jabarkan dibawah, namun hal penting adalah sebuah ujung deduksi yang akhirnya mengantarkan saya menemukan Artikel yang diyakini Artikel asli yang bisa dipertanggungjawabkan secara Redaksional, yaitu Tabloid Nasional Ternama (Tabloid Nova) baik dokumentasi dan beberapa redaksi kata/tulisan jika dibandingkan sudah jelas perbedaannya walaupun ada juga kesamaannya, dengan kata lain telah dimodifikasi/direkayasa sebagian.. Nah ini mungkin TKP, yang diyakini sebagai artikel asli (Tabloid Nova) :

http://tkp.marsandrejatilaksono.com/jcbzd

Prognosis pertama:
mungkin ga urut ya karena pada awalnya saya bacanya scanning, keanehan yang bener-bener terlihat yaitu dari dokumentasinya gambarnya..
Jika diperhatikan : jenazah umur 3 tahun, apa sesuai dengan yang ada digambar? Deduksi, Jika diperhatikan jenazah dengan yang bawa, memiliki perbandingan tinggi badan yang hampir sama (kisaran 163-167cm), yaitu tinggi orang dewasa..
orang yang membawa jenazah, benarkah itu orang RSCM??? Biasanya kan RSCM seragamnya warna Jingga/oranye, kemudian kenapa ada logo di dada kirinya "PKPU".. ???
Suasana sekitar TKP di gambar tersebut, apakah menunjukan suasana Jakarta pada kisaran pukul 16:00, sudah lumayan gelap??? *bisa jadi mendung..
Bisa jadi, namun, seandainya mendung, pasti sang penulis akan menuliskanya/mencatumkannya, karena suasana seperti itu pasti menjadi suatu daya dramatisasi yang bisa mengikat emosi pembaca, sehingga tulisannya lebih menarik..

Prognosis kedua:
Pada paragraf ketiga kalimat :
"...pada minggu (5/6) pukul 07.00...... Tak ada siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. Supriono dan muriski termangu."
Namun, pada paragraf ke-lima kalimat :
"Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau adiknya telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh adiknya.Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut,"
==Deduksi, pada pagi hari Muriski mengerti bahwa adiknya telah meninggal, kenapa menjelang sore dia jadi tidak tahu adiknya sudah meninggal.. Apakah muriski mempunyai penyakit hilang ingatan/pikun/amnesia/sejenisnya.. ???

Prognosis ketiga:
pada paragraf keempat kalimat : "Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan terbuka, biar orang tak tahu kalau khaerunisa sudah menghadap sang khalik."
Namun, pada kalimat selanjutnya : "Ketika krl jurusan bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang menghampiri supriono dan menanyakan anaknya. Lalu dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke Bogor spontan penumpang krl yang mendengar penjelasan supriono langsung berkerumun dan supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet."
==Deduksi, awalnya ingin menyembunyikan klo anaknya telah meninggal. Dengan kata lain, dia sudah tau resiko jika banyak orang yang mengetahui, supriono mengetahui konsekensinya.. namun, knapa berubah tiba-tiba.. ???

Jika dibandingkan dengan pemberitaan dari liputan Tabloid Nova, silahkan dicek di TKP :
http://tkp.marsandrejatilaksono.com/jcbzd

Ada beberapa hal yang berbeda, kontennya ada yg direduksi, penyampaiannya, niat yang ingin disampaikan, dll. Silahkan dibandingkan, serta diambil hikmahnya. Semoga kita diberi kemampuan utk mengambil Hikmah oleh Yang Maha Pemberi Hikmah...

Nah, itu yang mungkin bisa sy share.. Benar tidaknya artikel di atas saya serahkan ke personal masing-masing untuk menilainya, dan jika ingin berpendapat silahkan.. Namun, untuk kebenaran mutlak saya serahkan sepenuhnya kepada Allah Yang Maha Benar..
Terakhir saya sampaikan, semoga kita semua selalu memiliki filter-filter yang baik dalam menyikapi sebuah pemberitaan, baik pemberitaan buruk maupun pemberitaan baik. Mari bersama-sama meminta perlindungan kepada Allah Yang Maha Mengetahui Segalanya..

Pertanyaan selanjutnya adalah jika SEANDAINYA/kalau2/amit2 benar artikel telah terekayasa, apa yg menjadi motifnya???
Kemungkinan memberi cita rasa benci yg mendalam terhadap pemerintah / aparatur pemerintah / RS / perangkat sosial / masyarakat umum... dengan kata lain provokasi.... ???
Atau kmungkinan lainnya...
Silahkan menilai dan berpendapat...

Wallahu 'alam bishawab..







Sunday, January 29, 2012

File # 121 : Kasus Pencurian di Hotel



Di Pantai Pelabuhan Ratu, ombak laut bergelombang dengan tenangnya. Tidak seperti kemarin dan lusa kemarin dimana terjadi badai yang hampir menenggelamkan sebuah kapal.
Hari ini cuaca cerah dan sinar matahari lumayan terik.

Seorang detektif swasta muda & ganteng (hehe..), sedang berlibur disana. Sayang ketenangan mereka terusik karena terjadi serangkaian pencurian di hotel tempat Detektif muda itu menginap, di tepi pantai.

Berhubung karena bantuan polisi yang dipanggil manajer hotel belum sampai, Detektif muda itu mencoba membantunya. Si manajer stress berat karena mendapat komplain keras dari 5 tamu hotel yang kehilangan barang-barang berharga.

Bisa hancur nama baik hotel tersebut kalau tidak segera menangkap pelakunya. Sang Detektif muda itu mencurigai 5 orang disana yang mempunyai catatan kriminil dan pernah berurusan dengan polisi.

Ini hasil wawancaranya:
Orang 1 : Saya tinggal di pondok kurang lebih 1500 m dari hotel. Saya sudah insyaf dan tidak suka berbuat kejahatan lagi.

Orang 2 : Saya sudah menjadi orang baik-baik dan tinggal di sebuah rumah dekat pantai kurang lebih 3 km dari sini. Saya menjadi pelukis sekarang.

Orang 3 : Saya menjadi pelayan di hotel ini tapi saya sudah insyaf, jadi Anda tidak boleh menuduh sembarangan.

Orang 4 : Saya sudah tiga hari berkemah dekat pantai dan tidak mendekati hotel itu. Itu dia kemah saya. Saya sudah insyaf, pak.

Orang 5 : Saya bekerja sebagai penyelamat pantai disini. Saya sudah menjadi orang baik-baik. Maaf, saya ada kerjaan.

Sesaat kemudian sang Detektif berhasil mengetahui dan menangkap si pencuri itu. Ada satu kesalahan kecil yang diperbuat oleh pencuri yang mengaku sudah menjadi orang baik-baik itu.

** Siapa si pencuri itu? Dan apa alasannya?

Oke, sudah ada yang jawab dan bener.. silahkan lihat jawabannya di komen bawah ya..

 ===================CASE CLOSED=====================







Friday, January 13, 2012

File # 115 : DEDUKSI JEJAK KASUS PENCURIAN (Visual Refreshing)

Ada sebuah kasus yang unik ketika saya menjadi konsultan bulan lalu di salah satu pulau di Borneo, yaitu kasus kehilangan ikan Bandeng dan udang Windu di Tambak Tradisional. Dalam rentang waktu produksi, kejadian kehilangan selalu terjadi saat menjelang panen. Pada saat panen, jumlah ikan selalu atau dapat dipastikan kurang dari jumlah semestinya (estimasi). Hilangnya ikan bukan karena faktor penyakit ataupun faktor kerusakan melainkan pencurian.

Bahkan pelakunya pun sebenarnya sudah teridentifikasi, karena sosok mereka sering mengintai, muncul dan berkeliaran di sekitar tambak. Pemilik dan penjaga tambak lebih memilih diam atau tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut. Walaupun penuturan dari penjaga maupun pemilik tambak, jumlah ikan yang hilang tersebut tidak terlalu signifikan.

Sekitar Pukul 14:30 setempat, saya ada di TKP (tambak tersebut) dan menginap satu malam karena kebetulan akan ada rencana panen susulan Pukul 18:30 (selepas maghrib). Kondisi di sana saat sore hari, air laut pasang dan ombak tinggi dimulai sekitar pukul 15:00 dan hal tersebut membuat Speed Boat / perahu sulit untuk dioperasikan sehingga sulit orang untuk memobilisasi ke luar pulau/lokasi tambak.

Dengan data pasang surut setempat, yang saya pegang seharusnya air surut menjelang jam 18:00, namun tidak sesuai, air surut menjelang pukul 20:00. Hal tersebut yang menyebabkan panen mundur hingga jam 22:00 malam, karena panen ikan dan udang adalah pada saat air surut. Berhubung saya kelelahan dari lapang dan dihidangkan makan malam yang banyak, membuat saya tertidur dan tidak sempat menyaksikan panen susulan malam di TKP.. (hehe..(-.-“) cape dech!!!

Dari TKP, pada pagi hari sekitar pukul 08:15 saya coba mengambil gambar yang mungkin bisa menjadi petunjuk :

Klik pada gambar untuk memperbesar/memperjelas Gambar...

Gambar 1.


Gambar 2.


Gambar 3.


Gambar 4.

Gambar 1. merupakan kondisi lingkungan di tambak, terlihat banyak sekali pohon nypah di sekeliling tambak. Maka dapat dideduksikan lokasi TKP, merupakan tambak rawa atau bekas rawa dan merupakan batas antara daratan dan lautan serta memungkinkan adanya sumber air tawar, karena tidak ada populasi vegetasi jenis lain, saya agak kesulitan untuk menentukan zonasinya.

Jika diperhatikan Gambar 2. dapat terlihat ada beberapa jejak kaki, begitu juga pada Gambar 3. Dan diduga kuat ada jejak pelakunya. Posisi jejak-jejak tersebut berada di sisi dalam pematang tambak. Berbekal ilmu Engineering Aquaculture dan sedikit ilmu kirologi, maka dapat dideduksikan tanah dengan daerah banyak pohon nypah di sekeliling tambak menyebabkan tanah memiliki tekstur cenderung lempung berdebu dan pH agak asam, air pasang sore hari dan surut menjelang pukul 20:00, malam hari tidak hujan, kisaran suhu 22-28°C (malam hingga pagi). sehingga dapat didefinitifkan:

  • - Untuk Gambar 2, kedalaman jejak sekitar 2,8 Cm, bentuk kaki bentuk jejak kaki melebar dibawah jari2 kaki dan jari jempol kaki agak dekat dengan jari telunjuk kaki (sering memakai sepatu atau sandal slop/bukan sandal jepit) dengan ukuran tipe kaki orang asia < 45 (size sepatu) maka PEMILIK JEJAK BESAR ITU adalah ORANG YANG MEMILIKI berat badan sekitar 80-90 kg, tinggi badan 170-174 cm, orang yang jarang jalan kaki dan, ketika jalan agak condong ke depan (sedikit jinjit), usia kisaran 25-26 tahun, mempunyai sedikit gangguan penglihatan, rambut sedikit ikal. Orang ini kita beri inisial/ label A.

  • - Untuk Gambar 3, kedalaman jejak sekitar 2,8 Cm, tipe kaki orang asia banget ukuran < 42 (size sepatu), jempol dan telunjuk kaki memiliki jarak yang agak jauh (sering memakai sandal jepit), maka PEMILIK JEJAK BESAR ITU adalah ORANG DENGAN berat badan sekitar 50-60 kg, tinggi badan 165-168 cm, pejalan kaki (sering jalan kaki), ketika jalan menggunakan sisi luar kanan-kiri kaki, memiliki pundak lebar, usia sekitar 24-25 tahun, mempunyai sedikit gangguan penglihatan, rambut lurus. Orang ini kita beri inisial/ label B.

Gambar 4. merupakan view batang-batang pohon eksentrik yang ada didalam tambak dengan langit biru yang cerah. Sebenarnya gambar no.4 ini ga terlalu penting, saya cuman mau nunjukan hasil jepretan Landscape saya... hehe.. gimana keren kan???

Ok, back to Case...

Siapakah pelakunya?!?!?!? Apakah orang A? atau orang B? atau keduanya? atau bukan keduanya?!?!?!?

Dari Gambar di atas terlihat jelas bahwa...

Pelakunya adalah ...!!!

Pelakunya adalah ...!!

Pelakunya adalah ...

Sebelum di jawab, silahkan Anda Tebak dulu ya... OK?!!! Siapa pelakunya... Tulis tebakan, jawaban atau deduksi Anda di komen di bawah ini OK?!!!







Sunday, January 8, 2012

File # 112: KASUS PEMBUNUHAN (Vacation Refreshing)


02 Januari 2012. Pukul 09:00 WIB, ada agenda acara pesta di rumah mewah di daerah Jakarta Selatan. Acara diadakan di perkarangan rumah tersebut (outdoor). Pesta tersebut bukanlah acara formal karena berlangsung dengan sederhana dan santai, namun makanan dan minuman yang disajikan lumayan berkelas. Ada 2 Menu utama yang mungkin menjadi incaran para tamu, yaitu Kambing Guling ala Timur Tengah dan BBQ. Dessert-nya pun cukup mengiurkan ada sekitar 7 jenis yang tersaji di meja makan. Tamu yang hadir dalam pesta tersebut sekitar 25 orang dewasa dan 15 anak-anak. Walaupun acara santai, namun yang hadir kebanyakan merupakan para relasi bisnis.

Pukul 10:45 WIB, hujan turun cukup deras sehingga pesta dihentikan untuk sementara waktu. Para tamu pun berteduh ke dalam rumah tersebut. Pukul 12:14 WIB hujan mulai mereda, Tepat pukul 12:30 WIB hujan berhenti dan langit pun terlihat sangat cerah sehingga pesta pun kembali dilanjutkan diperkarangan pukul 13:00 WIB. Namun, sayangnya suasana pesta menjadi ricuh karena ditemukannya sesosok mayat yang terkapar di rerimbunan tanaman di pojok perkarangan tepat di bawah lampu penerangan dengan tiang setinggi 2,2 meter yang menempel pada tembok pagar setinggi 1,8 meter dimana bagian atas pagar berbentuk setengah oval. Mayat ditemukan oleh 2 orang tamu yang sedang berjalan-jalan dan ingin mojok di sudut perkarangan rumah dan tidak sengaja mereka mengendus aroma bangkai serta melihat sosok mayat korban.

Pukul 13:45, polisi dan tim forensik tiba di TKP. Korban diidentifikasikan bernama Wendy 23 tahun (nama disamarkan) tinggi 168 cm, berat badan 52 kg, golongan darah B, profesi korban sebagai pengusaha Warnet dan Game Center yang berlokasi di Pondok Indah. Hasil otopsi juga menyebutkan kematian korban diduga dicekik lehernya menggunakan tali dengan diameter 5 mm, kemudian mayat digantung. Hal tersebut terlihat dari 2 luka jeratan tali dimana jeratan pertama melingkar lurus ke belakang leher sedangkan jeratan kedua melingkar melintang ke atas belakang leher, waktu kematian diperkirakan 23 jam sebelumnya dan diperkirakan juga ½ jam kemudian mayatnya digantung selama ½ jam.

Pukul 14: 22, penghuni rumah dan para tamu di-interogasi untuk diminta keterangannya dari tim penyelidik kepolisian. Dari hasil interogasi, ditemukan 5 orang yang memiliki relasi yang kuat terhadap korban. Berikut keterangan yang diperoleh dari hasil interogasi :

  1. Parto 51 tahun (nama disamarkan), pemilik rumah tersebut sekaligus tetangga korban dan salah satu investor usaha korban. Ia mengatakan bahwa ia baru pulang dari Malaysia kemaren sore.
  2. Andre 22 tahun (nama disamarkan), teman korban di tempat kuliahnya sekaligus salah satu investor usaha korban. Ia mengatakan bahwa pada saat kejadian ia sedang makan di HOKBEN (Hoka-hoka Bento) dengan pacarnya.
  3. Azis 42 tahun (nama disamarkan), teman korban yang menjadi penyuplai dan me-maintenance peralatan/perlengkapan di tempat usaha korban. Ia mengatakan bahwa ia sedang istirahat di Hotel di daerah jakarta Pusat saat sekitar jam kejadian.
  4. Nunung 45 tahun (nama disamarkan), merupakan saudara kandung korban. Ia mengatakan bahwa seperti biasanya ia sedang menjemput anaknya pulang dari sekolah sekitar jam kejadian tersebut.
  5. Sule 32 tahun (nama disamarkan), salah satu pekerja di tempat usaha korban. Ia mengatakan selama 2 hari kemaren ia menjaga/berada di warnet.

Dari hasil interogasi dan keterangan di atas, dapat dipastikan..

Pelakunya adalah ...!!!

Pelakunya adalah ...!!

Pelakunya adalah ...

Yap, betul sekali!!! Pelaku adalah orang ke-4, Nunung. Mudah sekali, alibi menjemput anaknya di sekolah memang patut dicurigai. Kejadian pembunuhan 23 jam sebelumnya, dengan kata lain hari sebelumnya tepatnya jam 12:45 WIB tanggal 01 Januari 2012. Sedangkan hari itu adalah libur karena hari minggu dan bertepatan dengan tahun baru, betul ga pemirsa sekalian??? Well, sekolah di seluruh dunia pada umumnya libur tentunya. That's Right???!!!

Proses pembunuhnya pun sangat mudah dideduksikan sebagai berikut : pertama-tama pelaku menjerat leher korban (strangulation) dengan tali dari arah belakang sehingga menimbulkan 1 bekas jeratan di leher korban. Dengan demikian organ tubuh korban mengalami kekurangan oksigen (hipoksia hipoksik) dan terjadi kematian, Hal tersebut dikenal dengan asfiksia mekanik. Karena hari libur tahun baru, maka siang hari (bisa dihitung dari jam kematian dan ditemukannya mayat korban) pada umumnya lingkungan perumahan sepi, kemungkinan karena pada malam harinya, banyak yang mengadakan selebrasi malam pergantian tahun baru. Kondisi lingkungan tersebut mungkin dimanfaatkan pelaku untuk membunuh korban dan memindahkan mayat korbanke lokasi pesta (tempat ditemukannya mayat tersebut). Untuk memindahkan mayat korban dari luar pekarangan ke dalam perkarangan yang dibatasi pagar 1,8 meter, pelaku menggunakan tali yang diikatkan di leher korban dengan ikatan longgar dengan panjang tali kurang lebih 3 meter. Hal tersebut yang menimbulkan bekas jeratan yang kedua di leher korban mengarah ke atas (menggantung). Kemudian ujung tali dilewatkan melingkar tiang lampu penerangan, mungkin dengan cara mengikatkan pada batang atau kayu kecil kemudian dilempar melewati/melingkari tiang lampu, sehingga memudahkan pelaku menarik tubuh korban seperti menggunakan katrol dan mayat korban terangkat ke atas melewati pagar serta jatuh di sisi dalam pagar (perkarangan/taman rumah). Karena tali longgar, sehingga ketika mayat telah jatuh di tanah perkarangan, tali mudah terlepas dari leher korban dan ditarik kembali oleh pelaku yang masih berada di sisi luar pagar. Pelaku pulang membawa talinya dan mengamankannya. Kemudian keesokan harinya, ia hadir di dalam pesta kebun/perkarangan di TKP agar terlihat tidak mencurigakan bahwa dialah pelakunya.. Namun sayang, rencananya gagal karena.. hehaheha...


There's always, only one truth!!!







Wednesday, November 9, 2011

File # 118 : MEMECAHKAN KODE PEMBUNUHAN


Telah terjadi pembunuhan, 4 orang pemuda berada di warnet dekat kampus ternama di Bogor.

Nama dari 4 orang tersebut adalah: Anto Indraprasta, Budi Yasmin, Candra Pagelaran, dan Dani Ciomas.

Nama Korban: Zaky Dramaga.

*Nama-nama di atas disamarkan.

4 orang pemuda itu dan korban adalah tim dalam game Point Blank ; dan mereka adalah pendiri Komunitas game Point Blank di kota itu.

Mereka memiliki satu kesamaan dalam nick name mereka dalam dunia maya. menggunakan satu pattern tertentu. Pada game Point Blank tersebut, Zaky menggunakan nama Omega, dan Anto menggunakan nama Alpha.

Sesuai data polisi, pembunuh login game Point Blank pada komputer korban dan mengirim semua item pada game tersebut ke suatu akun yang tidak bisa diketahui.
Ditemukan bahwa pada komputer, LOGIN HISTORY diencrypt, terdapat 2 entry dalam history tersebut.

ENTRY 1:
15 AA XZ VG SZ GW YZ AX RZ UD CF YW XQ HE ZD
JS 13 YC HX ID UC SY HD SC GW UR HF SX YE BZ
UR CS 05 SY XA JD UR XA UD ID XY IG QX HJ XA
JF OE RI 07 FI GZ FR HI DF HD FH BD XN TF GO
HI EJ HM AH 01 AI US DF HS UD IG HS UD FH GS

ENTRY 2:
07 SA DY GF SI UH GD IH JB FO JH OT JH NO GJ
UG 01 MO IT JH MN OF GJ OT GJ HF OG JH OR FT
UO OI 13 FH GD IO FA HG SD FH SH SH SD FH JF
RT JH FT 13 SF SG BS DF JK FG BD JS FG DF GS
YI DH FI DJ 01 DK HJ SI FH GI SD HG IS DH GI

Pembunuhnya ada di antara ke-4 orang teman korban.

Siapakah pembunuhnya?


Han'nin wa...
........Han'nin wa...
...............Han'nin wa...







Thursday, October 20, 2011

File # 119 : PENCURI MISTERIUS




Drrrt... drrrt.. drtt.. bunyi BB saya bunyi, ternyata sebuah email masuk dan melalui push mail langsung masuk ke kotak message BB... Ternyata email dari seorang teman (eh, sory seorang rival maksudnya) yang berada jauh di barat sana.. Ternyata ada kasus menarik yang dia share :


isi email :
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dear, Sandre...

Jerman saat ini musim dingin...

=========================bla.. bla... bla.. gak penting====================

Kemaren aku sedang mengejar seorang pencuri ulung. Yang aku dapet dari informasi, perampok itu berkulit sawo matang dan agak berkumis, berambut agak sebahu. Sepertinya datang dari Indonesia..

~(dalam hati saya : hmm.. jangan2 mau nuduh saya pencurinya lagi.. asem bin sepet)


Dalam keadaan lari, tiba-tiba aku menemui seorang yang mirip dengan pencuri itu, namun aku nggak mau berprasangka buruk, aku coba menanyai orang itu...


-in Translated-

"maaf pak, apa bapak melihat pencuri berkulit sawo matang, rambut coklat ikal sepanjang bahu, muka oval dan agak berkumis, lari terburu-buru lewat sini nggak?" kataku.
Dengan gagap orang itu menjawab "Oh, i.. iya... sa.. saya liat. Dia... dia tadi ke arah selatan." jawabnya.

Orang ini sedikit ngos-ngosan nafasnya, apakah dia habis dari lari?? pikirku dalam hati.

Aku ke selatan. Tiba-tiba bertemu sebuah masjid. Dalam kesempatan itu aku menanyai seorang yg ada disana.

"Maaf Pak, apa Bapak lihat pria dengan ciri-ciri pencuri berkulit sawo matang, rambut coklat ikal sepanjang bahu, muka oval dan agak berkumis, lari terburu-buru lewat sini nggak?"

"Oh, sepertinya saya tadi liat ada yang lari ke arah kiblat, ke barat sana..." jawabnya.
"Makasih mas!" akupun kembali berlari ke arah yg ditunjuk orang itu.

Sampai di ujung jalan, aku akhirnya menemui orang yg mirip dengan pencuri itu. Begitu dia aku sekap dari belakang, dia kaget dan langsung berontak sambil teriak "Apa-apaan ini!!?" seolah-olah dia tidak bersalah.

Aku melepaskannya, dalam hati aku berpikir, benarkan orang ini perampoknya??

Tiga orang yang ketemui semuanya mirip dengan ciri-ciri pencuri itu, walaupun ada perbedaannya sangat tipis, tapi aku ingat perbedaan yang menjadi ciri khasnya... tapi kira-kira mana pencuri yang asli!!? Aku lalu berpikir... dan berpikir...

Aku berfikir untuk ke KBRI untuk mencari database, mungkin ada clue yang kutemui di sana.. dan Sandre, apakah bantu saya untuk ke Ditjen Imigrasi.. mungkin ada yang ditemukan di database org yg datang ke Jerman?

==================================================================

Saya membalas email tersebut :

Bodoh!!! ga perlu ke KBRI atau Ditjen Imigrasi RI...
Pelakunya adalah ORANG KEDUA,
sejak kapan Kiblat di Jerman ke arah barat????

-end-







“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. an-Nahl: 18).

“Dan tiap-tiap orang memperoleh derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” (Q.S Al-An’ aam : 132).

diriwayatkan dari Asma binti Abu Bakar ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, "jangan kau tahan uangmu (untuk bersedekah sebab bila kau lakukan itu), Allah akan menahan Anugerah-Nya darimu". (H.R Al Bukhari)

“Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata yang lembut” ― Umar bin Khattab

Tahan menderita kepahitan hidup sehingga penderitaan menjadi kekayaan adalah bahagia. (Hamka Ali bin Abi Thalib)

"A SMART PERSON LEARNS FROM MISTAKES, A WISE PERSON LEARNS FROM THE MISTAKES OF OTHERS"

"A GOOD PLAN FOR TODAY IS BETTER THAN A PERFECT PLAN FOR TOMORROW"

“Beri aku sesuatu yang sulit, dan aku akan belajar.” ~Andrea Hirata~

Orang yang mulia adalah orang yang sibuk mencari kekurangan diri sendiri dan memperbaikinya.(Abdullah Gymnastiar)

Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil(Mario Teguh)

Innovation distinguishes between a leader and a follower. (Steve Jobs)

You've always been a very special only one (Jatilaksono)